Rabu, 20 April 2011

MASJID TUA DAN MAKAM KERAMAT SONGAK


Oleh: Papuq Bangak
Pendahuluan
Makam keramat songak adalah sebuah tempat yang merupakan salah satu dari sekian banyak kekayaan yang dimiliki oleh desa Songak ini .Adanya makam ini tidak bisa terlepas dari adanya Masjid tua  dia merupakan  dui tunggal bagi masyarakat desa songak, inilah salah satu keberuntungan orang songak bagaimana tidak ,cobalah kita perehatikan anjuran agama, Masjid  adalah tempat sujud makam adalah kisah terahir dari perjalanan hidup sang hamba, kedua hal ini merupakan satu kesatuan bagi kelanjutan hidup Manusia jika ini bisa kita kaji secara benar insya’Alloh kita akan selamat dan bahagia dunia wal Akhirat amin.  inilah kekayaan abadi bagi Masyarakat desa tua ini.
Terlepas dari untung rugi Masyarakat, keberadaan makam ini tidak dapat  di pisah kan dengan Masjid Pusaka yang ada di desa  ini. Konon disilah biasanya para wali sembilan bersemnedi baik secara bersama maupun secara perorangan,.Menurut beberapa Sumber yang tidak bisa kami sebutkan namanya mengatakan bahwa para wali datang melalui tempat ini yang kemudian ditandai dan selanjutnya para walipun pergi meninggalkan Desa ini melalui tempat  ini juga.sehingga di abadikanlah tempat ini menjadi tempat yang makbul.yaitu tempat cepatnya terkabul do’a.
Dalam persi lain di sebutkan pula bahwa, tempat ini merupakan tempat moksanya sang ibu yang pertama di desa ini, beliau bernama Dewi  SingaMong Mertha  tilar negari beliau di taruh oleh   paman patih kuntala  kedesa ini bersama sang suami tercinta bernama RadenMas Pangeran komala jagat yang berubah nama  menjadi Abdul Razak Tas’at setelah lama berguru kepada  ki Sanga pati baik mengenai ilmu agama maupun  ilmu lain sehingga beliau diyaqini mengganti salah seorang Sanga pati meneruskan perjuangan kepulau jawa .Untuk lebih lengkapnya kisahnya sbb.

 AL-KISAH.
         Pada zaman  ke emasan kerajaan MajaPahit dibawah kepemimpinan Baginda Raja Hayam Wuruk dengan Baginda Patih gajah mada pada penghujung abad ke 13 sekitar tahun 1291 M. di Sebarlah para pelukis Istana  keseluruh penjuru Nusantara dengan maksud untuk melukis semua putri raja yang ada dibawah kekuasaannya,dan bagi pelukis istana yang sudah berhasil dan selesai melukis diwajibkan membawa hasil lukisannya kepada  sang patih gajah mada,Rupanya ini dalah salah satu cara mengobati kekesalan sang penguasa setelah gagal mempersunting putri raja pra hyangan  yaitu Kerajaan Pajajaran  Yang bernama Diah fitaloka ,karena  kerajaan ini tidak mampu ditaklukkan oleh kerajaan maja pahit walaupun berddekatan  bahkan bertetangga.
Maka di utuslah salah seorang pelukis pilihan dari kalangan keluarga  sang raja bernama Raden Mas Pangeran pahit untuk berangkat kepulau sunda kecil,Sampailah sang pelukis dihadapan Baginda Datu Turgi yang saat itu menjadi raja Labuan Lombok karena kerajaan hanya di sana saat itu. Sang Datupun mempersilah kan Sang pangeran untuk melukis putrinya bernama Dewi  RaraKemuning, Acara melukispun berjalan sangat alot  ya namanya saja melukis lebih-lebih yang  dilukis itu adalah Putri Raja, konon hasil lukisan baginda Dewi sangat lah memuaskan sang pangeran pelukis,yang pada ahirnya  Pangeran Juru lukisn tidak  ingin memnyelesaikan lukisannya dengan segera,.Didalam kamar ,lukisan Sang dewi memenuhi dinding kamar namun sang pangeran masih saja ingin terus melukis wajah Baginda Dewi,Konon  lukisan badan dewi dalam berbagai bentuk dan gaya memenuhi semua dinding istana  Datu Labuan Lombok  tapi anehnya Sang pelukis masih saja ingin melukis wajah Sang dewi  kayangan ini.
Tibalah saatnya  giliran Baginda datu Turgi untuk berkeliling menyaksikan wajah putri tersayangnya ,tiba-tiba wajah baginda datu pucat-pasi ,seakan aliran darah terhenti  begitu melihat sebuah lukisan yang agak tertndih oleh lukisan lainya,kira-kira lukisan tersebut sulit untuk dilihat orang apabila tidak diperhatikan secara seksama,untungnya lagi belum ada orang lain yang sudah melihat lukisan itu selain baginda dan tukang lukis,dengan nafas sedikit tersengal baginda mendekati Sang pelukis, seraya berkata,Wahai Nandaku  juru lukis,bagaimana dengan lukisanmu ini,kata baginda sambil menunjukkan kepada sang  pelukis sebuah lukisan. Sambil sedikit ragu Sang pelukis menatap lukisan yang di ajukan Baginda datu,                         
 O…Yang ini baginda, baru kali ini hamba perhatikan,mana mungkin jawab sang Datu tidak percaya……Betul baginda…. Saya tidak sengaja melukis seperti itu,…..Nanda Pangeran aku adalah ayah dari putri yang kamu lukis, jadi apa yang ada pada lukisan Pangeran itu bukan hal yang tidak disengaja dan hal ini tidak mungkin bisa dilukis jika kamu tidak melihatnya, oleh sebab itu menurut  saya kamu sudah dengan sengaja melihat anakku sehingga kamu bisa melukisnya, sang pangeran pun tidak bisa mengelak pernyataan baginda datu,.           
Sambil kebingungan Sang pangeran menunduk dan berlutut kepda Baginda ,ampuni hamba baginda ….,hamba tidak berani menolak pernyataan baginda lalu apa hukuman bagi hamba ,hamba akan menerimanya.! Agar  Pangeran tidak menganggap aku meng ada-ada kata baginda saya akan pertemukan kamu denganb putri saya, ..Sambil berharap sang pangeran     Pelukis denyutan jantung  nya semakin kencang dada bagaikan mau belah,sehingga tiba-tiba datanglah baginda  dengan diiringi DEWI  Rara, Baginda lansung mengambil lukisan yang sedang di pandang  Pangeran pait sambil bertanya kepada putrinya benarkah ada yang seperti ini   pada mu….?  Sambil menunduk Malu Sang dewi mengangguk,membenarkan lukisan itu.           
 Baginda datu pun melanjutkan bicaranya, jikan pangeran ada  rasa jatuh hati pada anakku suntinglah dia ….sebenarnya adat lombok tidak membenarkan cara ini tapi karena ini terpaksa aku lakukan demi harga diri Kerajaan Lombok ini.Sang pangeran menghela napas di iringi rasa puas dalam batinnya, seraya menjawab; kalaau hamba terserah dinda rara.! Dewi pun semakin tertunduk malu tidak ada satu katapun yang mampu terucapkan .bagaimana anakku.? Tanya bainda kepada putrinya, Sang putri semakin pucat pasi ,wajah yang begitu anggun menaawan semakin manis dipandang semakin bertambah merah menunjukkan cinta yang terpendam kini tersalurkan pada  sang dambaan hati,
Kalau semuanya sudah jelas sebaiknya Pangeran mengabarkan  kejawa katakan pada orang tua disana, hati-hati jangan sampai pihak kerajaan tahu akan  hal ini,kata Datu Turgi, menghimbau kepada pengeran.! baiklah Baginda  ….kalau begitu hamba akan erangkat besok pagi  ,sekarang sudah agak malam biarlah hamba istirahat semalam.
Ke esokan hari nya sang pangeran pait pun mohon diri kepada baginda datu walau dengan berat hati untuk meninggalkan sang kekasih namun pikir dalam hati ini hanya untuk beberapa saat saja.Dengan rasa risih dia pun meninggalkan sang pujaan hati berengkat ke jawa , satu hari kemudian adik kembar nya Raden mas pangeran Komala Jati datang ke datu labuan lombok sesampai di istanapangeran pun melihat pemandangan yang indah di dalam taman istana  mata nya tertaut melihat seorang gadis sedang duduk termenung dengan pandangan kosong dan hampa  seakansedang meraih mimpi di tengah hari keadan itupun di manfaat oleh sang pangeran dengan mendekati sang gadis pangeran pun langsung menegur dengan denyutan jantung yang seakan tak dapat di kuasai dengan ramah diapun menyapa bagaikan dayung bersambut katra berjawap.
Dengan hati gemetar bibirpun gemertak sang dewi menjawab manis dengan nada terkejut keheranan kata nya raden masakan pergi ke jawa kok secepat ini sudah balik lagi, sambil menggumam dalam hati sang pangeran pun sadar bahwa kesempatan tidak pernah datang dua kali bagaikan sudah lama kenal sang pangeran pun m,enjawab ya.. baginda dewi mau nya sih begitu tapi hati tak tahan dialah yang membawa aku kembali ke hadapan mu lagi ada perasaan lain dalam hati seakan aku tak mampu  berpisah denganmu walau hanya sekejap
Demi mendengar pernyataan itu sang dewi pun langsung mengajak sang pangeran menmghadap ayah anda Datu Turgi, dengan penuh rasa pengertian baginda menyambut kembali nya sang pangeran  . Dengan ramah baginda menyapa kenapa nanda pangeran kembali..?  sang pangeran pun menjawab dengan penuh kesungguhan ya.. ayhanda….! Maunya sih begitu tapi pikir di tengah jalan rasanya lebih baikk kalau saya di nikahkan dulu baru ku bawa sekalian dewi Rara ke kerajaan maja pahit nbbiar perasaan hamba menjadi tenteram. Kalau begitu baik lah saya nikah kan kamu dengan anak ku. Tapi kamu harus berjanji untuk ttidak meninggalkan karajaan labuhan lombok karna artinya saya beranak laki-laki karna beginilah adat sasak jika kamu sanggupmaka pernikahan pun akan terlaksana sang pangeranpun menyanggupi pernikahan pun berlangsung. Singkat cerita waktupun sudah bejalan tujuh bulan sang pangeran pait pun kembali dari jawa tapi sayang untung tak dapat di raih malang pun tak dapat di tolak dengan hati penuh kecewa demi melihat kekasih nya sudah hamil  tujuh  bulan dan itupun oleh adik nya sendiri dan  dengan sangat rahasia kedatangan nya kali ini pangeran pait pun secara diam –diam  menemui adik nya dan berbicara kepada adik nya agar kejadian ini di rahasiakan cukuplah kita berdua yang tahu.
Karna sudah kedung  terlanjur saya menyampaikan kepada ayahanda di jawa berarti saya tidak akan kembali ke pulau jawa untuk itu cintai lah dewi Rara dengan sepenuh hati mu saya tetap tinggal di lombok namun saya juga tidak mampu dekat dengan kekasih hatiku . disisi lain aku sangat me nyayangi mu karna kau adalah adik satu_ satunya yang aku sayangi sebagai mana aku maenyangi diriku sendiri biar lah sebelah hati ku kecewa namun sebelah hatiku bahagia melihat engkau bahagia.  Sang pangeran pait pun meninggal kan kerajaan lombok menyelusuri pantai utara lombok hingga sampai di pelabuhan Carik di sana pangeran pait meninggalkan pantai naik menelusuri tebing gunung Rinjani sehingga sampai di kedatuan Bayan di sana lah pangeran pait menemukan jodoh nya
Konon pangeran pait menyuting putri datu bayan Raden Mas Pangeran Gaus Abdul Razak bernama Dewi Anjani  dan kebetulan datu bayan pun tidak memiliki putra mahkota sebagai penerus nya dan hanya pangeran pait lah sebagai tumpuan harapan masa depan kerajaan bayan. Kita kembali ke kerajaan lombok ber selang satu bulansetelah bertemu nya kedua nsaudara kembar itu datang lah patih Gajah Mada meng obrak abrik kedatuan lombok datu turgi pun tewas sementara raden mas komala jati bersama istri nya menyelamat kan diri dengan berlari ke utara bersama beberapa pengiring dan membentuk sebuah kerajan di Selaparang        hingga kerajaan selaparaang  menemui masa kejayaan nya  sehingga pangeran jati raja selaprang I bergelar Datu Meraja Kusuma singkat cerita waktupun sudah berjalan 17 tahun putri datu meraja kusuma bernama Dewi Mong Mertha di  sunting se orang pemuda pengembara bernama Jagat kejadian inipun tidak di restui oleh baginda datu tapi untung tak dapat di tolak ke dua pasangan ini tidak dapat di pisahkan oleh apa dan siapa pun akhir nyakemarahan datu kusuma tidak bisa di tahan. Datupun menitahkan  kepada patih Kuntala agar ke dua pasang manusia yang memadu kasih ini di lenyapkan dengan bukti kedua pasang matanya di bawa ke hadapan datu kusuma.
Ketiga orng  ini pun berjalan menelusuri pantai timur pulau lombok hiungga sampai pada sebuah tanjung di sana lah ketiga insan ini saling tangis.  Selanjut nya tempat ini di abadikan denan nama Tanjung Menangis perjalanan pun di lanjutkan ke arah selatan hingga menemui muara kali maronggek di sana lah mereka meninggalkan pantai menyusuri ke hulu sungi tersebut sesampai di tibu rundun ketiga orang ini paun naik meninggalakan kali dan menemukan sebuah bangunan tua yang di huni sembilan orang dengan rumah berjejer di bawah bangunan tua tersebut di sana lah kedua iunsan yang saling mencintai itu di titip oleh patih kontala dan kedua orang tersebut  di ganti oleh sanga pati dengan dua ekor kambing hitam .
Patih kontala pun mohon diri dengan membawa dua ekor kambing jantan dan betina setelah persoalan nya di haturkan kepada Ki sanga pati sampailah patih kontala di sebuah pancuran di sana sang patih menyembelih kedua ekor kambing ter sebut dan kedua pasang mata kabmbing tersebut di serah kan kepada datu kusuma sebagai bukti bahwa dia sudah menjalan kan titah raja . tiga tahun  sudah berlalu   raja pun mengajak sang patih untuk berburu ke selatansampailah perjalanan sang raja yang di iringi sang patih kontala di sebuah tempat di pinggir pantai  di nsana sang raja ber istirahat melepas lelah sambil menunggu burung tekukur nya di datangi tekukur liar,tiba-tiba baginda datu mendendangkan sebuah tembang maka tempat ter sebut di abadikan dengan nama Rambang tidak lama kemudian tiba-tiba datang rasa haus sementara bekal sudah habis, patih pun mengajak raja berjalan ke utara hingga sampai sebuah kolam yang sekarang terkenal denga sebutan Lingkuk Reka di sanalah baginda minum dan mandi perjalanan pun di lanjutkan tidak lama berjalan tiba-tiba datang rasa haus kembali demi melihat buah kelapa muda yang  sampai ke tanah namun sayang tak satu pun di antara kelapa itu yang ber air selanjut nya tempat tersebut di abadikan dengan nama pengoros .dan masih banyak peristiwa yang dilewati yang tidak dapat di uraikan satu persatu.maka sampailah perburuan baginda datu meraja kusuma bersama patih kuntala kesebuah tempat yang namanya keluq disana Baginda beristirahat sambil mengajak patihnya bermain ciwa disebuah batu besar dimana tempat tersebut masih ada bekas rumah ciwanya  Datu Kusuma,tidak lama setelah itu baginda merasa lapar yang amat sangat.
Paman patih , mengapa tiba-tiba saya merasa lapar sekaili? Cobalah cari mungkin disekitar sini ada desa yang bisa kita datangi buat minta bantu kata baginda. Baik lah  hamba akan coba meneliti baginda,  mohon baginda istirahat sebenta hamba akan melihat kearah utara, tidak lama kemudian ,patih Kuntala pun bergegas menghampiri  baginda, benar tuan hamba disebelah utara sana melewati sungai terlihat ada rumah tinggi besar mari kita datangi,ajak patih kepada agida,tidak lama berjalan sampailah
ditempat dimana Patih kuntala menitip Sang putri bersama suaminya, dengan rasa sedikit ragu sambil harap cemas mengajak Datu memasuki pekarangan rumah  yang masih di ingat betul oleh patih kuntala.
  Tunggu sebentar baginda ,hamba coba menemui tuan  rumah, kata patih meninggalkan Datu dihalaman rumah Komala jagat, semetara patih kuntala menghampiri  pasangan suami isteri  muda itu,patihpun menyarankan agar tuan putri tidak menampakkan wajahnya dihadapan Datu ,karena yang bersamanya kali ini adalah datu Selaparang.datupun diajak masuk dan duduk diserambi depan,patih kuntala pun mohon ijin kepada Baginda untuk ikut menyiapkan hidangan agar lebih cepat, Ketika Baginda duduk sambil menahan  menahan lapar tiba-tiba duduklah seorang anak laki-laki di pangkuan Baginda,Sambil mendongak sang Datu , anak tersebut tesenyum ramah bagaikan anak tidak asing dari Baginda.Demi mengalami kejadian ini  Baginda Kusuma menggumam sambil menjawab senyum ramah         balita laki laki yang berbadan kurus tersebut,                                                                                                    At ….sini nak… jangan duduk di pangkuan Datu !!  kata ibu anak tuan rumah tersebut ,bagaikan suara yang akrab di dengar Baginda,sambil radak bingung bagida menjawab biarkan saja kayaknya anak ini akrab sekali dengan saya sahut baginda  sambil bertambah penasaran, dalam hati bertanya –tanya, siapa gerangan punya cucu seramah ini? , Tanpa sengaja Sang putri mengambil anaknya dipangkuan datu ,,semakin teringatlah baginda terhadap putrinya yang sudah terlanjur dibunuh atas titahnya. Hidangan pun  siap ,serentak patih kuntala keluar membawa hidangan  buat aginda datu bersama tuan rumah,Tanpa banyak basa basi datu kusuma menerima santapan yang dihidangkan karena memang baginda benar-benar lapar.
                         Sarapan  sudah selesai Bagindapun menanyakan kepada patih siapa gerangan tuan rumah yang menerimanya dengan ramah tamah ini?    Tuan rumah pun menjawab hamba adalah abdurrazak tas’at putra sanga pati asli saya bersama sembilan orang yang benama sanga pati, Coba panggilkan saya istrmu !! kata baginda
 Ajak dia kesini, gemetar hati Patih Kuntala mendengar permintaan baginda, Sang ibupun keluar sambil menggendong anaknya yang di panggil Kurus itu,diapun duduk sambil memangku anaknya,tidak lama kemudian tanpa disadari anak tersebut sudah duduk kembali di pangkuan datu sambil tersenyum seakan mengejek dan mentertawakan Datu, Bagaimana paman patih dari tadi kulihat kamu diam saja seakan ragu-ragu kenapa paman patih ? patihpun menghela napas Sambil menyrahkan kerisnya kepada datu,seraya berkata ,hukumlah Hamba Baginda,Hamba selama ini mendustai dan mengingkari titah baginda, dengan keheranan datu menjawab titah yang mana? Begini Datu ..anak yang dipangkuan datu itu adlah cucu bagida  dan abdul razak tas’at ituadalah raden MasPangeran Komala jagat Putra sulung dari Kanda MasPangeran pahit, itulah sebabnya hamba mengingkari titah baginda Datu, tapi walau apa dan siapapun,  hamba tetaplah bersalah dan siap menerima hukum bunuh sekalipun, jawab sang Patih sambil menyerahkan sebilah keris yang sudah terhunus,bersamaan dengan itu seta merta hujan lebat turun Banjir di kali maronggekpun naik menggenangi desa sanga pati rajapun menjadi heran  !!!.Tidak  paman patih biarlah keadaan seperti ini kata baginda sambil terisak sedih campur heran terhadap nasib diri dan anak cucunya . mengingat teragedi ini maka desa  Sanga pati ini di namakan desa Sebengak, sedangkan keris patih Kuntala itu diberi nama Belabur Mungguq.
                   Dengan berat hati bagida datu meninggalka tempat itu hingga sampailah perjalana baginda di sebuah pancuran disana paman patih mencertrakan, bahwa di sinilah hamba menyembelih dua ekor kambing kemudian hamba katakan adalh mata anak dan menantu baginda. Dalam hal ini
Ada dua pendapat, ada yang mengatakan datu selaparang tidak kembali kekerajaan , diam di pancor ada pula yang  mengatakan datu langsung ke selaparang dan kembali lagi ke pancor dan menetap di Peseah.
                    Jadi jelaslah  kiranya bahwa  orang sebengak adalah orang Sela parang dari keturunan raja dari pihak ibunya dan bapaknya dari pihak kerjaan bayan . Waktu terus berputar  konon Komala jagad ikut bergabung menganti salah seorang dari Wali sanga sedangkan sang ibu dipanggil mertua nya, untuk menetap digunung rinjani sebagai penguasa jin. Sebelum, berangkat diapun pamit kepada anak cucunya di sebengak dengan alasan dia akan pergi sementara, jika nanti dia tidak kembali tapi dia tetap akan melindungi  anak cucu keturunannya sampai dunia berahir,  Sang ibupun pergi dengan meninggalkan Wasiat jika saya tidak kembali ,tapi kalian ingin bewrtemu aku, datangilah saya ketempat saya menghilang melalui masjid Pusaka dengan membawa apa adanya jangan memaksakan diri atau dipaksa  siapapun.  Inilah yang melatar belakangi acara ngayu-aytu setiap senin dan kamis bagi yang berhajat pada setiap menemukan persoalan.
                       Demikianlah kisah  adanya  makam  Sebengak yang sekarang di sebut Makam  keramat  Songak,jangan percaya jika  disustu saat kelak ada yang membuat ceritra baru tentang siapa yang memiliki bahkan jika ada yang mengatakan.ada orang yang di kuburkan di sana, pada lingkungan makam tersebut tidak ada orang yang mampu  menggali liang  kubur  ditempat itu       sebab tempat itu terdiri atas batu cadas yang tidak dapat digali dengan sekedar linggis  melainkan harus menggali dengan betel layaknya menggali sumur ,jadi tidak mungkin ada orang yang di kuburkan di tempat itu,                        Tahun 2008  ter ukirlah sejarah baru pada makam itu disana dikuburkan Amak DIRUN dia adalah seorang penjaga makam itu entah apa maksud yang terselip dihati keluarganya sehingga diku –burkan keluarganya di tempat itu,Namun harapan saya cukuplah kita mencoreng sejarah,membuatkan  orang dosa, karena tempat itu dipergunakan masyarakat untuk mengadakan kegiatan beberapa ritual adat,jika demikian berarti tempat ini tidak bisa lagi dipergunakan buat acara tersebut. sebab agama melarang kita mengadakan kegiatan di atas kuburan.wallohu a’lam.
                Sebagai tempat yang dipergunakan Masyarakat ,tempat ini jugamengalami perubahan sebagimana telah kami jelaskan diatas,Namun itulah manusia tidak pernah mmampu melestarikan walau sekilas kita lihat sepertinya dipelihara namun hakekatnya dirubah bahkan  dinodai  makam ini sering di pugar baik luar maupun dalamnya dari tahun ketahun sesuai perkembangan zaman. Pada awalnya dulu kita jumpai tempat ini hanya sekedar tumpukan tanah yang tersusun layaknya sebuah kuburan ,bentuknya itu kemudian di taruhkan nisan dari kayu biasa kayu itu kemudian di kasi kain putih setiap terlihat lusuh, sedangkan luarnya dikelilingi  pagar kayu hidup berupa pohon jarak demikian juga halamanya dulu di kelilingi  pohon campuran seprti jarak, patah tulang, belatung dll.  Baru setelah di kukuh kan oleh Hajji Abdul Majid Pancor sekitar tahun 1929 bersama Guru Dana Anjani dan Jero kertsih Kepala Desa songak , disertai Raden Sujono Selong.Mulailah ditembok dengan bata mentah menggantikan pohon jaraknya yang selanjutnya   oleh penjaganya Amaq Dirun ditata dengan lebih baik lagi.dan dlanjutkan oleh anak-anaknya menjadi seperti ini walau tidak lepas dari turun tangan Masyarakat  sebagai  penyandang dana.
MAKAM  PUSEAH
  Makam Puseah adalah sebuah makam yang dianggap memiliki kelebihan oleh beberapa Masya -rakat songak,tempatnya persis diperbatasan wilayah songak dengan wilayah Pancor danDasan Lekong memang ditempat itu terdapat sebuah makam seseorang yang dulunya bernama Sayyid abu Syi’ah salah seorang dari sembilan wali ,dari Sanga pati yang posisinya diganti oleh abdurrazaq tas’at alias Raden Mas Pangeran Komala Jagat sebagaimana yang telah di kisahkan di atas. Sayyid Abu Syi’ah dalam kehidupan sehari-harinya  oleh Masyarakat songak di sebut  Papuq Seah, beliau adalah sosok yang diyaqini Masyarakat Songak masih setia melindungiu anak cucunya dari berbagai ancaman yang akan  menjerumuskan nya dari ancaman mara bahaya.itulah sebabnya ditempatkan disana agar gampang mengawasi anak cucunya yang di Songak dan di pancor.
    Konon  orang yang satu ini sering menampakkan diri sampai saat ini terutama ketika sese-orang sudah mulai menampak kan rasa takabbur yang berlebih lebihan di dalam arena perisean, beliau sering nampak sebagai pepadu yang sangat di remehkan ditengah kalangan,tetapi ketika sudah mulai berperisian sering kali membuat  pepadu sombong itu tidak bisa berkutik di  tengah kalangan, terkadang dia nampak sebagi pemburu burung tekukur, berjalan dengan memikul kurungan burung.sam-
Pai saat ini .                                                                                                                    Sering dalam kegawatan diluar wilayah beliau mendatangi dan membantu anak cucunya yang dari Songak ketika menemukan kegawatan bersama orang lain.Terkadang dia menampakkan diri sebagai orang yang dipercaya untuk mengangkat kebangsawanan orang-orang   yang  ingin  menjadi bangsawan,menghargai orang yang gila hormat seperti yang dialami oleh bangsawan  Betok Tunjuk ,padahal bangsawan ini bersal dari  orang yang kerjanya mencari betok, namun pada suatu hari  setelah banyak mendapat betok,mereka membakar betoknya setelah masak maka betok itu di ataur  rapi layaknya akan dihidangkan    pada seorang bangsawan,begitu hidangan itu     siap disantap orang tersebut layaknya orang gila mempersilahkan diri nya  seperti mempersilahkan seorang bangsawan , ketika itu muncullah papuq seah meresmikan kebangsawnan orang itu menjadi Bangsawan betok Tunjuk,.       
               Sementara itu ada juga orang yang beranggapan bahwa Sayyid Abu Syi’ah itu  adalah  salah seorang  dari Sanga pati, menjelma menjadi Datu Selaparang,  Abdurrazak Tas’at  alias Komala Jagat bahkan menjelma menjadi Guru Dana, Baloq Tui  sampai kepada Buling Magas sampai saat ini dia menjelma entah jadi siapa, karena dia bertugas melindungi anak keturunannya sampai ahir dunia.dan sampai kini  beliau  ada  dimana saja dan jadi siapapun, namun beliau tetap diyaqini ada dipeseah..
   Jika pernyataan diatas kita ikuti ,bagaikan kita di ajak kealam tidak sadar  tapi ini adalah sekedar ceritra tentang kekaguman terhadap Ki Sayyid Abu Syi’ah yang sampai saat ini masih  menjadi Papuq  Seah ,Panggilan akrab bagi Orang songak terhadap  kanjeng sayyid. . Kekaguman dan keyaqinan ini bukan nya tidak beralasan kata orang tua dulu. Tapi ini adalah kenyataan, ambilah contoh ketika  dia menjadi juru penyelamat terhgadap Baluq Dungki(tukang tembak setan)  konon suatu ketika  kandung kencing nya (telor bahasa songak) tersangkut duri liar (ruin gait bahasa songak) ketika baluq dungki meloncat mengejar setan buruannya..  Oleh karena itu ketika petir menyambar dengan dahsyat nya orang mengatakan,, jauq langan balok dungki saya dari songak,,Insay Alloh akan selamat dari petir, Mantera (kata yang memiliki kekuatan gaib) ini masih tetap di yaqini sampai saat ini.
Belum lagi ketika sayyid abu syi’ah menjadi guru mintar yang pada zaman Anak Agung sampai setelah indonesia merdeka di atas tahun 1945 masih di tanyakan di mana raden muntar berada sementara waktu itu  Raden Muntar sedang menjadi Guru Mintar.  Guru mintar sendiri hobinya main layang –layang, pada suwatu saat Guru mintar sedang asik main layang –layang di padania  entah dari mana dia tahu kalo dia sedang di buru, begitu sang pencari hampir menangkap nya  layang –layang nya sengaja di putus kan lalu dia sengaja mengejar layangan nya untuk menghindari kejaran sang pencarinya begitu sampai di peseah dia pun sirna sang pemburu kehilangan arah merekapun menjadi bingung mencari guru mintar.  Akhiranya sang penburu pun kembali dengan kecewa kejadian seperti ini terjadi berulang  kali .
Dalam hal ini konon ada saja orang sebagai penunjuk gelap yang memberi tahu kan tentang guru mintar itu adalah Raden Muntar yang di cari-cari . Bagi kita anak cucu guru mintar di larang telalu akrap bersama keluarga sang penunjuk gelap itu karna dia tidak bisa di percaya  karna orang tersebut tidak senang  melihat ketentraman keluarga . Orang semacam ini biasa di sebut Roang Ruyung (tidak punya pendirian,suka berpitnah ) keturunan siapa kah itu penulis tidak akan cantum kan dalam tulisan ini biar lah penulis saja yang tahu . yang jelas ciri orang tersebut halus di hadapan kita namun di belakang kita dia menjelek-jelek kan .
SIAPAKAH SYAYYID ABU SY’AH?
Beliau adalah salah seorang  kerabat sekaligus Murid kesayangan Baginda Ali bin Abi talib Karromallohu wajhah, Abu Syi’ah  adalah seseorang yang sangat di percaya oleh baginda Ali untuk  Menyebar kan Islam keseluruh  Dunia,sehingga Abu Syi’ah mengislam kan orang sesuai dengan keadaan dan kondisi  dimana dia berada.Abu Syi’ah juga terkenal Dekat denganm Nabi Haidir a.s.  Jadi tidaklah aneh apa saja yang diceritrakan diatas mengenai Abu Syi’ah,Baik mengenai perubahan nama dari seseorang menjadi sosok orang lain ,atau mau berada dimana dalm waktu  apa saja,  itu semua tidak ada kesuilitan bagi orang yang takarrub kepada Alloh swt,kisah ini tidak ada sumber yang pasti,karena ini adalah cerira orang tua yang ada disongak yaitu dari guru Kodal yang juga diyaqini penjelmaan dari Abu Syi’ah .Guru Kodal  ber ceritra langsung kepada Iling Cucu Sulung kesayangannya Putri dari   Guru Iling.Walau demikian Bagi penulis ceritra ini sangat di yaqini kebenaran nya karena cerira ini dilarang untuk di ceritrakan kepada orang yang keyaqinannya terhadap kekuasaan Alloh masih di anggap kurang,Inilah juga yang merupakan keyaqinan Masyarakat Songak sehingga mereka dengan begitu teguh mempertahankan keyaqinannya,dan orang tua dulu di Desa ini tidak berani  diketahui sebagaai   orang beriman bahkan sampai orang sudah secara menyeluruh di lombok sebagai orang Islam Wallohu A’lam
Demikian lah sekilas kisah makam puseah yang sebenarnya adalah makam sayyid abu syi’ah yang harus di pelihara agar keberadaan nya tetap lestari karna ini adalah makam orang  keramat tetapi nampak nya jarang di antara kita yang mengetahui keberadaan makam tersebut padahal jika kita perhatikan kisah nya tidaklah  berbeda dengan makam sebengak ataupun masjid pusaka .
MAKAM SUNGKIQ
                Makam sungkiq  juga salah satu  aset yang dimiliki oleh desa ini walaupun tempatnya diwilayah pada mara yaitu perbatasan antara keselet dengan pada mara  tepatnya di pinggir sungai  pada bangunan dam perairan subak keselet dan subak rumbuk termasuk sebagian subak pada mara. Tempat inilah yang di namakan Dam Sungkiq,Keberadaan makam ini jarang diketahui orang ,walau demikian ada saja orang yang  memperbaiki tempat ini,entah dari mana mereka tahu,dan apa yang mendorong orang untuk memperbaiki keadaan makam  ini.bukankah ini  satu keanehan?          
               Posisi makam ini juga sangatlah terisolir jauh dari jalan besar .sehingga orang yang akan ziarah harus jalan kaki dari lumayan jauh,namun dari  mana  orang tau tempat ini siapa yang ceritra tentang keberadaan makam ini? Yang mengherankan kita juga kenapa ini dikatakan  milik orang songak  bahkan Makam ini disebut makam maling songak,sementara tempatnya di sebelah utara Desa Keselet hampir berdekatan dengan Wialayah Pada mara . dari beberapa sumber  mwenceriterakan, ternyata  keberadaannya di tempat ini dilatar belakangi kisah sebagai berikut:                                                                                                                                                                                         
   Konon pada suatu ketika guru Iling sedang  aktif menjalan kan  tugasnya sebagai kiyai setiap hari menghadiri undangan secara bergilir keseluruh wilayah pulau Lombok bagian selatan ,karena yang bertugas diwilayah utara adalah  guru dana,wilayah tugas Guru Iling mulai dari labuan Lombok keselatan sampai wilayah Kuripan,karena luasnya wilayah kerjanya maka guru iling hanya ada dirumah pada bulan suwung saja, pada bulan sung yang ketiga beliau berangkat lagi meninggalkan anak cucunya dirumah .agar bekal anak cucunya selama ditinggalkan dapat mencukupi, sang gurupun berpesan kepada anak cucunya,Sekarang musim panen,agar bekalmu tidak cepat habis,kalian jangan dulu makan bekalmu yang ada,cobalah kalian pergi mencari mumpung masih ada tempat kamu mnencari,barulah nanti sesudah musim tidak ada tempat untuk mencari  kalian mengambil hasil panen kalian untuk makan.               .        
Nasehat guru Iling inilah yang salah diartikan oleh anak cucunya, sehingga orang songak senantiasa mengambil padinya orang pada setiap musim panen  untuk dimakan sehingga sampai saat ini masih terkenal  maling songak.karena lama kelamaan mencuri ini berubah menjadi ajang untuk mencoba keampuhan ilmu kebalnya,Terdengarlah ceritera bahwa diwilayah Pada mara ada seorang pepadu yang terkenal sombong dan angkuh,yang senan tiasa mengatakan ,kalau ada orang yang berani melawannya,pasti orang itu sudah mencari ajalnya,karena orang yang berani mencoba saya kata sang pepadu siat ,selama ini belum pernah ada yang hidup pasti dia mati ditangan saya.
 Sesumbar ini terdengar oleh Suraga .Demi mendengar ini suraga menanyakan dimana biasanya orang itu,ternyata orang tersebut punya sawah di orong sungkiq  dan saat itu sang pepadu padamara sedang menunggu kapas,suragapun memetik kapas orang tersebut sehingga orang tersebut menjadi marah dan langsung sesumbar,selama ini belum pernah ada orang yang berani mengambil milik saya karena pasti dia akan mati ditangan saya,tanpa banyak komentar kedua orang ini saling memperlihatkan kekebalannya sepanjang malam  pada malam kedua sang pepadu  sudah merasa kalau lawannya kali ini cukup tangguh pada pagi harinya secara diam-diam  mengundang para pepadu dari beberapa desa, namun suraga belum dapat ditaklukkan , pada ahir malam  ketiga sang pepadu padamara tertiak sekuat tenaga memnggil orang sekitarnya, maka semua masyarakat yang mendengar teriakan maling dari sang pepadu keluar mengejar dan menangkap suraga, karena yang datang kali ini adalah masyarakat yang tidak ada salahnya suraga pun memilih lari tidak melawan .Ahirnya Suraga menjadi bulan-bulanan masyarakat banyak.                                                                                        Karena memang tugas dari papuseah untuk melindungi anak cucunya maka sang pencuripun dibawa kabur dan hilang di tempat itu. Keesokan harinya dilihat lagi oleh sang pepadu padamara seseorang yang digendong dalam keadaan babak belur, pepadu pun kembali berteriak keras sehingga semua orang melihat nya,orang banyakpun mengejarnya sampai di tempat itu sang pencuripun hilang.kejadian dan penyaksian semacam ini bukan hanya satu dua kali tetapi berulang kali orang padamara jantuk maupun keselet menyaksikannya dikejar-kejar tetapi selalu lenyap dimakam sungkiq sekarang ini.
      Disisi lain suraga sehat dan terasa tidak pernah apa-apa dengan pukulan dan keroyokan orang banyak,dia ceritera di rumah tentang kejadian itu,Dengan maksud agar anak cucunya jangan suka sombong seperti pepadu padamara  yang sok ceritra membunuh orang, sok berani,sok mengaku mumpuni, kita harus ingat bahwa:diatas langit ada langit,pada dasarnya tidak ada manusia yang kebal hanya  yang kuasa saja mengabulkan mantera andalannya,jika  yang kuasa tidak mengabulkan manteranya,dia pasti luluh terkena senjata tajam ,Sambung Suraga ,yang pada ahir keberadaannya disongak terkenal dengan sebutan papuq buwuk.yang setelah kita selidiki siapa punya keluarga ? trernyata orang-orang tua disongak tidak ada yang mengakui, katanya tiba –tiba saja dia datang, kemana saja dia mau, dan makan jika ada orang yang kebetulan mau memberinya,jika tidak ada dia tetap berdiang siang ataupun malam,jarang ditemui tidur oleh orang.selalu di temui duduk dekat perapian alias berdiang.sesekali orang tua dulu yang sudah tau kekebalan papuk buwuk,bermain-mai begitu melihat papuk buwuk tertidur duduk di dekat api ,iseng menghantam papuq ini dengan pedang atau membacoknya dari  belakang ternyata  ‘’PAPUQ BUWUK ‘’juga iseng berpura pura mengatakan “banyak juga nyamuk iseng disini” sambil menggaruk bekas bacokan atau hantaman itu.konon juga sering orang minta tolong untuk dikupaskan kelapa diapaun  menjadikan lututnya sebagai landasan.
       Lama-kelamaan  tanpa  ada orang yang memperhatikan tiba-tiba papuq buwuk ini hilang baru setelah lama hilangnya orang tua dulu baru sadar bahwa papuq buwuk di tanya-tanyakan kemana perginya, setelah itu terdengar lah buling magas dari sempong  tetapi persis seperti papuq Buwuk,buling magas wafat,muncul lagi di aik gering juga sama dengan papuq buwuk,yang hilang dan terahir sekitar tahun 2007 meninggal lagi baluq atih kelongkong juga persis baluq buwuk.sebelum meninggal banyaklah orang-orang songak dan orang desa lain yang mendatangi baluq kelongkong ini dengan harapan apa entah penulispun tidak bisa menjelaskan maksud orang mendatanginya.beliaulah yang memerintahkan kepada orang songak  yang sering mendatanginya,agar makam sungkiq ini di pelihara oleh orang songak,karena makam sungkiq itu bukan orang lain melainkan orang songak yang punya” jelas baluq atih kelongkong.”                                                                                          
 Ketika makam ini dibangunkan  sebuah rumah dan tempatnya sudah di jadikan sebuah bangunan layaknya sebuah rumah sederhana dan sebagai isinya adalah makam itu sendiri rampung di  bangunkan hadirlah baluq gonda alias baluq atih meresmikan keberadaannya dan sampai saat ini makam tersebut masih tetap dirawat oleh keluarga AMAQ  RUHI Almarhum yang sekarang berada di dusun Gerantung Desa Padamara kecamatan sukamulia, perbatasan dengan desa rumbuk Kecamatan Sakra.      
     Demikian sekilas kisah makam sungkiq yang bersumber dari:                           
- Baluq Gonda Kelongkong di ceritakan  Amaq Samidi (pengagum baluq Gonda.
 - Amaq Maryam Sekdes Keselet dkk.
                                                   
KELUTUQ DAMIRU
Kelutuq adalah sebuah tempat yang dianggap keramat oleh Masyarakat songak dan sekitarnya, sekali gus merupakan salah satu aset  desa Songak walau tempat ini berada diwilayah Rumbuk  berbatasan dengan wilayah lenting. Kelutuq ini diyaqini masarakat desa songak  sebagai tempat peristirahatan baginda datu selaparang ketika berburu kewilayah selatan dan damiru tempat mandinya,karena di tempat ini masih terdapat tempat  bermain ciwa di atas  sebuah batu  besar yang tedapat dilingkungan itu. Walau baginda Datu selaparang sudah lama tiada  namun menurut beberapa orang yang teriman (dapat menembus dunia gaib) konon sering bertemu beliau di tempat ini.    
Sumber lain mengatakan bahwa Kelutuq damiru ini adalah tempat berhaluatnya baginda wali sembilan  dan damiru tempat mandi dan wuduknya para  Sanga pati ketika  hendak melaksanakan haluat di kelutuq,dikatakan demikian konon tempat ini sampai sekarang  orang sering  minta tolong dari  kesusahan kepada kanjeng Sanga pati  dengan cara bertapa di tempat yang satu ini. Menurut hemat penulis inilah  ceritra yang lebih mendekati,jika kita hubungkan dengan keberadaan kisah sanga pati,atau ceritra orang tua dulu tentang keberadaan Kanjeng Sayyid abu Syi’ah yang diyaqini sebagai guru dari Sanga pati atau wali songo .
Sementara ada juga yang mngatakan bahwa tempat ini  merupakan tempat yang dipergunakan datu selaparang sebagai tempat persembunyian ketika di kejar oleh pasukan karang asem Bali.sehingga semua pengikutnya tinggal disana  atas petunjuk Abdurrazak tas’at.Orang tua diSongak
Yang selanjut terkenal dengan sebutan Komla jagat Suami dari Dewi singa mong mertha tilar negari putri Datu Selaparang sendiri.Karena ini adalah petunjuk dari Komala jagat  sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mendeteksi tempat ini maka para pemuka selaparang , amanlah  dari kejaran musuh yang hedak membabat habis keturunan datu selaparang.yang selanjutnya para kerabat dan pemuka selaparang menjadi masyarakat Gereneng lenting montong tangi  sampai rumbukkabar moyot ,sampai peneda gandor  sura baya lepakdan pijot.Sedang kadtu selaparang di rahasiakan keberadaannya, ada yang mengatakan dia musnah entah kemana tapi ada juga yang mengatakan bahwa  dialah yang menjadi Guru baok,guru bangkol dan lain –lain.
Ada juga yang mengatakan bahwa datu selaparang tidak pernah meninggalkan selaparang mengikuti kerabat dan pumuka selaparang, yang di kejar anak agung itu hanyalah para pengiring datu atau rakyat  selaparang sedangkan datu selaparang  ketika itu sudah ada di songak bersama keluarganya .Dilindungi Komalajagat.Selanjutnya ada juga yang mengatakan datu Selaparang serng di cari oleh rakyat nya untuk membentuk sebuah kerajaan di desa in namun Baginda tidak bersedia karena memang ini lah perjalanan sejarah, seandainya tidak demikian apa si susahnya menghadapi Karang asem bali, yang tidak  meyaqini kekuasaan  dan Keagungan Alloh? Semoga kalian memahami apa yang saya katakan  jelasd baginda .
Jadi biarkan lah kami hidup menjalankan garis ketentuian yang maha menentukan,dan kalian jangan hawatir kami akan tetap menjaga kalian,Saat itulah baginda menunjukan para pencinta dan pengagumnya tempat tinggal, biarlah selaparang ,mari kita hidup damai di tempat mana  saya tunjukan , sejak saat itu ada yang di pengadangan ,ada yang di jurit , Masbagik sampai mamben, Sementara baginda Datu  merubah nama nya,menjadi rakyat biasa tanpa ada embel-embel kebangsawanan nya,cukup dengan nama yang di berikan sejak lahir, itulah rupanya sehingga desa ini belum pernah ada bangsawan apapun juga yang bertempat tinggal di dalamnya.
Agar baginda memiliki perbedaan dengan masyarakat biasa tetapi oleh orang beliau di berikan gelar guru, karena beliau tetap jadi panutan hidup.masyarakat songak, karena beliau memeliohara jenggotnya amaka aorang songak memanggilnya guru baok,kemudian keturunannya  yang disongak bergelar guru bagi yang memiliki kemampuan  di bidang adat gama,walaupun demikian tidaklah semua keturuinannya  yang berhak menyadang gelar guru namun terbatas pada keturunannya yang wajar, maka seteusnya terdengarlah nama guru mintar  guru kodal guru iling dan seterusnya.gelar guru itu hilang dan berubah tempat  kini tidak adalagi yang diserbut guru di desa ini.
Untuk melindungi anak cucunya maka baginda datu bersama komala jagat membuat batas wilayah yang membatasi  langkah orang yang ingin mencelakai orang songak karena  dari dulu terkenal suka membuat keonaran sehingga orang menjadi marah,Sering desa ini  ingin dihancurkan masyarakat luar,tapi belum pernah ada yang bisa memasuki batas yang suda di tentukan baginda Datu  yaitu sebelah utara  pesweah yang jaika kita tarik garis lurus kebarat sejajar dengan makam sungkiq. Dari makam sungkiq keselatan sejajar dengan kelutuk damiru dari kelutuq keutara sejajar dengan puseah,.jika keempat tempat ini kita hubungkan dengan garis  maka akan tergambar wilayah  perlidungan desa ini sebuah gamabar empat persegi panjang. Konon orang-orang yang ingin mengempur desa ini di hambat oleh orang yang kadang di beri pengertian agar mereka menyadari bahwa pekerjaannya ini hanya mengikuti hawa nafsu balaka, terkadang juga di hadapi pasukan yang sudah siap tepur melawannya sehingga merasa takut. Dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar