Oleh : L. Pangkat Ali
Sementara orang terutama dari luar lombok berpendapat bahwa, nama Pulau Lombok berasal dari nama tanaman Lombok atau Cabe Rawit yang rasanya pedas. Barangkali pendapat ini disesuaikan dengan tulisan namanya yang sekarang " Lombok " dan sesuai pula dengan pulaunya yang kecil mungil. Juga nama suku sasak, ada yang berpendapat, bahwa pada jaman dahulu, orang yang pertama kali datang sebagai penghuni Pulau Lombok, datang dengan menumpang sebuah rakit yang berarti ' Sasak ". Oleh sebab itulah maka, nama penduduknya dinamakan orang Sasak.
Versi lain, menamakan suku Sasak ini berasal dari Sang Saka. Tulisan lain, dari seorang pujangga terkenal dalam jaman Majapahit yaitu, Prapanca menulis nama Lombok ini, Lombo' Mirah Sasak Adi " ( Almarhum H. Lalu Lukman ).
Diuraikan juga pendapat bahwa, nama Sasak dan Lombok mempunyai kaitan yang erat, sehingga tidak dapat dipisahkan. Ia terjalin menjadi satu, yang berasal dari kata " Sa'sa Lombo (dari bahasa Sasak). Sa' berarti satu, dan Lombo' berarti lurus.
Dalam beberapa literatur dan buku – buku lama, terdapat kata Lombo' ditulis dengan tanda (') ain, tidak memakai 'K' pada hurup akhirnya. Sementara dalam jaman Portugis, kata Lombo ditulis dengan memakai huruf ''q'' pada huruf akhirnya, menjadi "Lomboq" dan terakhirnya sesudah jaman Belanda, ditulis dengan huruf "K" pada huruf terakhirnya menjadi "Lombok".
Cara menyebut atau membacanya, yang sebenarnya tidak berbunyi "O" dalam logat Jawa, tapi "o", yaitu Sa'sa Lombo" yang kemudian menjadi Sasak.Lombok',yang berarti satu-satunya lurus.Oleh karena itu,nama Lombo' ini berdiri sendiri dan selalu bergandengan .Lalu apa sebabnya kemudian kata "Sasak" dijadikan nama suku yang mendiami Pulau ini,dan kata "Lombok" dijadikan nama pulau?.Memang,antara penduduk dan pulau yang didiaminya tidaklah berpisah.Sebab,kedua kata ini memiliki kaitan .Kedua kata ini bagi penduduk Lombok mempunyai arti yang luas ,bahkan menjadi falsafah bagi penduduknya "Sa'sa" Lombo'"yang berarti secara letterlijk"satu-satunya kelurusan",karena nama ini menjadi sumber hidup dan kehidupan suku sasak yang mendiami pulau ini.
AWALNYA MASJID INI BERNAMA MASJID SANGAPATI NAMUN KINI BERUBAH MENJADI MASJID AL-FALAH SONGAK.SELAIN SEBAGAI TEMPAT IBADAH SHOLAT LIMA WAKTU, MASJID INI JUGA DIGUNAKAN SEBAGAI TEMPAT MELAKSANAKAN RITUAL NGAYU-AYU BAGI MASYARAKAT YANG BERMINAT SETIAP SENIN DAN KAMIS, PERAYAAN BUBUR PUTIK PADA BULAN MUHARAM, RITUAL BUBUR BEAK PADA BULAN SAPAR, MULUD ADAT 12 RABI'UL AWAL YANG DI SERTAI DENGAN RITUAL BEJARI' MINYAK SONGAK DAN HARI-HARI BESAR ISLAM LAINNYA.
Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Mei 2011
Langganan:
Postingan (Atom)